Contoh Kasus Masyarakat Perkotaan
dan Masyarakat Pedesaan
Program Bedah Desa Target Entaskan
Desa Tertinggal
YOGYAKARTA,
KOMPAS.com - Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy
Faisal Zaini mencanangkan program Bedah Desa untuk mengentaskan desa
tertinggal. Dalam program ini, desa-desa tertinggal direncanakan menjadi pusat
pembangunan.
Helmy
mengatakan, Program Bedah Desa menjadi target 100 hari Kementerian PDT. Dalam
program ini, kemiskinan berusaha dikurangi dengan pembangunan berbagai
infrastruktur desa.
Sejumlah
infrastruktur yang direncanakan mulai dari pembangunan jalan poros desa, pasar,
serta listrik desa dengan mengandalkan energi alternatif di antaranya tenaga
matahari dan mikrohidro. "Melalui program ini kita ingin mendorong desa
sebagai pusat pertumbuhan ekonomi," ujarnya saat berkunjung ke Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta, Kamis (7/1/2010).
Menurut
Helmy, pembangunan yang selama ini cenderung dipusatkan di perkotaan semakin
mendesak dilakukan di daerah pedesaan. Hal ini mengingat tingkat urbanisasi
yang semakin tinggi. Saat ini, jumlah penduduk yang tinggal di pedesaan tinggal
58 persen, sedangkan 42 persen lainnya tinggal di perkotaan.
"Komposisi
ini dinilai sangat tidak imbang karena 70 persen kabupaten Indonesia berada di
daerah pedesaan. Pada tahun 1980-an, hanya 20 persen penduduk tinggal di
perkotaan," ujar Helmy.
Dengan
membuat pedesaan sebagai pusat kegiatan ekonomi, diharapkan penduduk di
perkotaan akan mengalir ke pedesaan sehingga komposisi tempat tinggal penduduk
semakin berimbang. Saat ini, dari 72 ribu desa di Indonesia masih ada 32 ribu
desa tertinggal. Desa-desa ini tersebar di 183 kabupaten tertinggal yang
terdiri dari 149 kabupaten lama dan 34 kabupaten hasil pemekaran.
Ketua
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM Danang Parikesit mengatakan,
pembangunan di desa tertinggal perlu dilakukan berdasarkan potensi dan kondisi
masing-masing. Daerah tertinggal punya tatanan sosial dan masalah yang
spesifik. Oleh karena itu, solusi permasalahan pun spesifik dan harus
disesuaikan dengan kondisi maupun potensi masing-masing desa.
Sementara
itu, Rektor UGM Sudjarwadi menyambut baik ajakan kerjasama kementerian PDT
dalam program Bedah Desa tersebut. Setiap tahun, sekitar 6.000 mahasiswa UGM
dikirim ke desa-desa tertinggal dalam program kuliah kerja nyata (KKN).
"Di KKN mahasiswa-mahasiswa dilatih untuk terlibat dalam pembangunan di
daerah tertinggal," katanya.
Analisis
membuat
suatu desa tertinggal menjadi sedikit lebih maju merupakan suatu langkah yang
harus kita apresiasikan. sebab, apabila di desa teertinggal tersebut terdapat
pusat perekonomian, maka cepat atau lambat masyarakat dari perkotaan akan
mengembangkan bisnisnya di desa tersebut. dan populasi masyarakat perkotaan
sedikit berkurang
sumber:
http://regional.kompas.com/read/2010/01/07/21192062/Program.Bedah.Desa.Target.Entaskan.Desa.Tertinggal.
http://dwidaaprianto.blogspot.co.id/2013/01/contoh-kasus-masyarakat-perkotaan-dan.html
Contoh Kasus Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan
contohnya dalam lapangan pekerjaan, sebagian besar masyarakat
pedesaan lebih tertarik untuk mencari nafkah di kota, karena di kota lebih luas
lapangan kerjanya dari pada di desa, lain halnya masyarakat kota yang selalu
memilih tempat liburan ketika ingin mendinginkan fikiran dan hati karena
padatnya kehidupan di kota kebanyakan memilih berliburan di daerah - daerah
pedesaan.
Jadi intinya, masyarakat perkotaan secara tidak langsung
membutuhkan adanya masyarakat pedesaan, begitu pula dengan sebaliknya, masyarakat
pedesaan juga membutuhkan keberadaan masyarakat perkotaan, meskipun keduanya
memiliki perbedaan ciri-ciri dan aspek-aspek yang terdapat di dalam diri
mereka. Keduanya memiliki aspek positif dan aspek negatif yang saling
mempengaruhi keduanya dan saling berkesinambungan.
sumber
: http://gfebriani18.blogspot.co.id/2012/10/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar