Sabtu, 19 Desember 2015

Ilmu Sosial Dasar (Tugas 2 Sumpah Pemuda)

Latar Belakang Terjadinya Sumpah Pemuda

Sumpah pemuda, tidak dapat lepas dari organisasi kepemudaan yang bernama PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang didirikan pada tahun 1926. PPPI mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Minahasa, Jong Batak, dan Jong Islamienten Bond dengan penuh keyakinan ingin mencapai tujuannya yaitu persatuan Indonesia.

Pertemuan awal dilaksanakan tanggal 15 November 1925 dengan membentuk Panutia Kongres Pemuda 1, yang bertugas menyusun kongres. Diputuskan pelaksanaan kongres 1 mulai tanggal 30 April - 2 Mei 1926.

Tujuan Kongres Pemuda 1 adalah membentuk badan sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan, dan mempererat hubungan diantara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Setelah berlangsungnya kongres 1, para pemuda semakin tergerak untuk menindaklanjuti dengan melakukan kongres berikutnya. Oleh karena itu, setelah diawali pertemuan pendahuluan terbentuklah susunan panitia sebagai berikut :
Ketua : Sugondo Joyopuspito
Wakil Ketua : Djoko Marsaid
Sekretaris : Moh. Yamin
Bendahara : Amir Syarifudin
Pembantu : Djohan Tjain, Kotjo Sungkono, Senduk, J.Leimena, Rohjani.

Kongres Pemuda 2 berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 1928 dan berakhir tanggal 28 Oktober 1928. Kongres pemuda 2 diadakan sebanyak 3 kali rapat.

Rapat Pertama, di gedung Katolik Jonglingen Bond di Waterloopein.

Rapat Kedua, tanggal 28 Oktober pagi, di gedung Oost Java Bioscoop, di Koningsplein Noord.

Rapat Ketiga, tanggal 28 Oktober malam, di gedung Indonesische Clubhuis di Jl. Kramat Raya 106 Jakarta.

Maka du Ruang Utama gedung Indonesische Clubhuis (Rumah Perkumpulan Indonesia), yang sejak tanggal 20 Mei 1974 di tetapkan sebagai gedung Sumpah Pemuda. Hal itu Karena Ikrar Sumpah Pemuda yang merupakan Hasil Keputusan Kongres di Bacakan oleh Sugondo Joyopuspito pada tanggal 28 Oktober 1928. Adapun Bunyi Ikrarnya yaitu :

Pertama : Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah darah Jang satoe, Tanah Indonesia.

Kedua : Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa Indonesia.

Ketiga : Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.

Setelah Pembaca Ikrar, selanjutnya di perdengarkan lagu Indonesia Raya oleh penggubahnya Wage Rudolf Supratman.


Dari Pengikraran Ini, banyak sekali Organisasi Pemuda, bermunculan, yang memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk mencapai Persatuan Indonesia. Sampai saat ini pun Banyak sekali Kontes-kontes Sumpah Pemuda di adakan setiap 28 Oktober, untuk mewujudkan semangat Pemuda.

sumber :
http://spynhara.mywapblog.com/latar-belakang-terjadinya-sumpah-pemuda.xhtml

Tidak ada komentar:

Posting Komentar