Jumat, 09 Januari 2015

Pantun 3

Ramai orang membeli jamu
Sambil duduk di tepi rawa
Rajin-rajinlah mencari ilmu
Jika hidup tak mau kecewa

Pantun 2

Pergi ke pasar membeli batik
Motif ceplok elok warnanya
Apa guna berparas cantik
Kalau tidak baik budinya

Pantun 1

Jalan-jalan ke Amsterdam
Indah di pandang elok kotanya
Jika hati ingin tentram
Baca Quran paham maknanya

Puisi 2

Bodoh

Hai kamu, lelah kan?
Kenapa tak berhenti?
Kenapa kau masih berjuang?
Kau tau bukan aku tak mencintaimu

Kenapa kau terus berlari?
Sementara aku diam di tempat
Ku mohon berhenti, berhenti berjuang
Sungguh aku tak sanggup melihatmu berdarah-darah
Ku mohon menyerah, berpalinglah dariku

Buka matamu!!
Apa kau tak melihat, jelas-jelas aku tak menganggapmu
Berhentilah berjuang, lihat lukamu
Menyerahlah ku mohon, kasiani hatimu

Mengapa kau tetap bersabar?
Apa kau memang bodoh?
Oh tidak, bukan kau tapi aku
Iya aku benar-benar bodoh
Ini semua kebodohanku, aku yang tak bisa membuka hati
Membuka hati untuk orang baru
Aku yang tak bisa melihat ketulusan hatimu
Aku yang terlalu terfokus dengan diriku

Berhentilah, lupakan aku!!
Aku tak pantas untuk dirimu
Kau dan aku bagai langit dan bumi
Kau seperti air di tengah gurun pasir
Sementara aku seperti jarum ditumpukkan jerami

Aku tahu kau lelah, aku tahu kau marah
Caci maki saja aku, kutuklah aku
Ini  memang benar-benar salahku
Sekali lagi ku mohon berhenti
Aku tak sanggup melihatmu terluka
Aku tak sanggup melihatmu kecewa
Berhentilah, menyerah ku mohon

Reportase 2



250 Ton Sampah Menggunung di Rawajati, 2 Eskavator Diturunkan

2 eksavator alias beko diturunkan untuk mengangkut tumpukan sampah di tanggul pembatas jalan Sungai Ciliwung yang melintasi kampung Cililitan Kecil dan Rawajati. Diperkirakan 250 ton sampah menggunung di sungai yang berada di bawah jembatan flyover Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan itu.
"Sekitar 250 ton sampah, sekarang ini. 2 Pekan kemarin 280 ton sudah diangkat, sekarang ini datang lagi sampahnya," kata Unggun Agus, Kordinator Pelaksana Dinas Kebersihan Kecamatan Kramat Jati saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (31/1/2014).
2 eksavator itu, lanjut Unggun, didatangkan dari Dinas Kebersihan tempat dia bertugas sejak banjir mengenangi wilayah itu. Namun lantaran air meluap, eksavator pun sempat diungsikan. "Sejak kemarin malam beko ini ngangkut sampahnya, pas air sudah surut. Waktu air mengenag dijalan ini bekonya kami naikkan ke atas biar nggak tenggelam," ujar dia.
Unggun mengaku, kerjanya kurang maksimal lantaran lintangan kabel PLN, namun hal ini dapat diatasi, dengan kehati-hatian. Untuk sampah sendiri nantinya akan di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi.
"Tapi nanti dikumpulkan dulu ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di dekat Banjir Kanal Timur, baru diangkat dengan truk tronton ke TPA Bantar Gebang. Jadi sifatnya estafet gitu, sekitar 4 unit truk di sini dan 5 unit tronton di sana," urai Unggun.
Kegiatan ini, sambungnya, merupkan intruksi Gubernur DKI Joko Widodo secara langsung. Setidaknya 3 titik gunungan sampat menghadang aliran sungai Ciliwung yakni Rawajati, Kampung Melayu, dan Mangarai."3 titik ini disorot langsung oleh gubernur," tandas  Unggun. (Tnt/Yus)



sumber:
http://news.liputan6.com/read/814696/250-ton-sampah-menggunung-di-rawajati-2-eskavator-diturunkan

Reportase 1

Pembangunan SMAN 55 yang Terhenti

Jakarta, 5 januari 2015, tepatnya di Jalan Minyak Raya Duren Tiga,Pancoran, Jakarta Selatan. Berdiri setengah tegak bangunan gedung sekolah yang karena memang belum rampung pembangunannya. Pembangunan gedung SMAN 55 ini yang dimulai sejak Juli 2013 harus terhenti pada Desember 2013 karena dana anggaran untuk melanjutkan pembangunan sekolah sudah tak tercantum dalam APBD 2014, entah apa alasan pemerintah menyudahi aliran anggaran untuk pembangunan ini.
Mau tidak mau SMAN 55 kini menumpang di bangunan SDN Kalibata 1 dan 9, SDN Kalibata 11 dan 12 agar bisa melanjutkan proses belajar-mengajar. SDN tersebut jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari sekolah SMAN 55 itu sendiri. Ruang guru, tata usaha, dan aula dipindahkan ke aula rukun warga secara sewa. Hal ini menyebabkan sulitnya mengontrol para siswa yang berbeda lokasi. Pihak sekolahpun kebingungan untuk membayar sewa ruangan dan listrik. Biaya tersebut tidak tercantum dalam jatah penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain itu siswa SMAN 55 harus bergantian dengan siswa SDN kalibata 1,9,11 dan 12, Mereka baru bisa masuk ke sekolah tersebut setelah kegiatan belajar sekolah dasar selesai pukul 12.30 WIB. Akibatnya berbagai kegiatan ekstrakurikuler pun terhenti karena waktu yang tidak memadai.
Kursi yang diduduki siswa SMAN 55 tampak tak pas dengan tubuh mereka yang beranjak dewasa karena memang kursi dan meja yang mereka gunakan untuk ukuran sekolah dasar yang ukuran badannya lebih kecil daripada siswa SMAN 55. Mereka sudah hampir dua tahun mengalami ketidaknyamanan. Selain itu siswa tak lagi memiliki perpustakaan dan laboratorium yang memadai. Guru dan staf sekolah juga harus berdesak-desakan di rumah yang diubah menjadi kantor. Suasananya hampir sama seperti gudang karena banyaknya tumpukan berkas dan barang lainnya.
Gubernur DKI Jakarta membantah mangkraknya pembangunan sekolah itu disebabkan dana rehabilitasi sekolah dalam APBD 2014 belum diusulkan. Gubernur mengatakan mangraknya pembangunan sekolah itu disebabkan masalah teknis di lapangan. Dia menyebutkan, dana anggaran pendidikan yang tercantum pada APBD sebesar 20 persen sebesar Rp 13 triliun.












Kebudayaan 2 (Tradisi Sado di Jepang)

Tradisi Sado atau Upacara Minum Teh di Jepang

Upacara minum teh ini pada awalnya adalah tradisi dalam menyajikan teh untuk tamu yang bersifat ritual atau religius. Namun dalam perkembangannya kemudian menjadi tradisi di kalangan bangsawan dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan menjadi budaya Jepang yang sangat dijunjung tinggi.

Upacara minum teh erat kaitannya dengan agama Budha beraliran Zen. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan tuan rumah kepada tamunya. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati oleh sekelompok tamu di ruangan khusus yang disebut chashitsu.


Sado tersebut meningkatkan kesabaran, sebab setiap gerakan harus dilakukan dengan runtut dan benar tanpa kesalahan sekecil apapun. Mulai dari cara memasuki ruangan hingga penghormatan terakhir sebagai tanda upacara telah selesai.


Setiap gerakan dalam mempersiapkan teh dilakukan oleh penyaji dengan lambat. Tungku menyala, air mendidih, perangkat diusap dengan saputangan merah yang dilipat segitiga dan dibalutkan ke tangan kiri. Air mendidih dan  teh siap diseduh.


Tuan rumah mengocok teh hingga berbusa untuk disajikan kepada tamu. Dengan menggunakan bambu pipih kecil yang ujungnya melengkung sendok teh, bubuk teh hijau diambil dan ditaruh di mangkuk. Kemudian tuangi air panas dari gentong. Dengan menggunakan pengaduk teh, the diaduk dengan cepat sampai menghasilkan busa yang lembut.


Sebelum meminumnya, terlebih dahulu tamu akan memberikan penghormatan kepada tuan rumah dengan membungkukan badan sambil mengucapkan “otemae choudai itashimasu”. Mangkuk teh diletakkan di tangan kiri dan tangan kanan memutar teh ke kanan sebanyak dua kali. Teh diminu  perlaham-lahan sambil dinikmati sampai habis. Pada saat upacara ini dihidangkan juga kue tradisional Jepang yang manis. Setelah selesai meminum teh, bagian bibir mangkuk dibersihkan dengan jari. Mangkuk diletakkan kembali dan sekali lagi membungkuk memberi ucapan terimakasih kepada tuan rumah atas hidangan yang disajikan.







Kebudayaan 1 (Tari Topeng Sinok Khas Brebes)

Tari Topeng Sinok, Karya Baru Khas Brebes


Tari Topeng Sinok adalah salah satu seni tari khas Brebes yang diciptakan oleh Suparyanto dari Dewan Kesenian Kabupaten Brebes. Tari ini pertama kali diperkenalkan pada saat Kirab Budaya Hari Jadi Ke 333 Kabupaten Brebes di Stadion Karangbirahi yang melibatkan 100 orang penari. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Brebes yang sangat peduli dengan seni budaya.
Tarian ini dihelat dengan sangat memesona. Kibasan selendang dengan langkah anggun penarinya membuat ribuan penonton terteg un, kagum, dan bangga karena Brebes kini mempunyai satu lagi karya budaya. Karya ini nantinya akan menjadi warisan turun-temurun bagi masyarakat setempat.
Tari Topeng Sinok ini merupakan paduan bentuk seni Cirebon, Banyumas dan Surakarta yang seolah hendak mengatakan bahwa perempuan daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat ini bukanlah pribadi yang manja, cengeng, dan malas. Cantik, luwes, dan trengginas tergambar dalam tarian Topeng Sinok.
Tarian Topeng Sinok menceritakan tentang perempuan Brebes yang pada umumnya mereka merupakan wanita pekerja keras. Kecantikan, keluwesan, dan kenggunannya tak mengurangi kecintaan mereka pada alam dan pekerjaannya sebagai petani.
Topeng Sinok ini memang diproyeksikan untuk menjadi tarian khas yang nantinya akan dipromosikan dan diajarkan ke sekolah-sekolah dan dijadikan pelajaran muatan lokal. Ketua Dewan Kesenian, Lukman Suyanto menegaskan, Topeng Sinok akan coba dipromosikan dengan cara sosialisasi dan pelatihan-pelatihan kepada seluruh guru tari di Kabupaten Brebes.






Kamis, 08 Januari 2015

Puisi 1

Desa Harapan

Desaku desa yang tentram
Desaku desa yang indah
Rimbun dan anggun
Ramah senyum penghuni dusun

Aku besar di desa itu
Bersama bapak dan ibu
Bermain riang dengan kawan
Bersenang lari di pematang

Tapi desaku hanya kenangan
Teman hilang tanpa bayangan
Desaku hancur luluh
Desaku digusur seluruh

Perkembangan pembangunan  jadi alasan
Desaku dijadikan korban
Aku hanya dapat memandang
Aku hanya dapat mengenang
Mencari desa harapan