Pembangunan SMAN 55 yang Terhenti
Jakarta, 5
januari 2015, tepatnya di Jalan Minyak Raya Duren Tiga,Pancoran, Jakarta
Selatan. Berdiri setengah tegak bangunan gedung sekolah yang karena memang
belum rampung pembangunannya. Pembangunan gedung SMAN 55 ini yang dimulai sejak
Juli 2013 harus terhenti pada Desember 2013 karena dana anggaran untuk
melanjutkan pembangunan sekolah sudah tak tercantum dalam APBD 2014, entah apa
alasan pemerintah menyudahi aliran anggaran untuk pembangunan ini.
Mau tidak
mau SMAN 55 kini menumpang di bangunan SDN Kalibata 1 dan 9, SDN Kalibata 11
dan 12 agar bisa melanjutkan proses belajar-mengajar. SDN tersebut jaraknya
sekitar 1,5 kilometer dari sekolah SMAN 55 itu sendiri. Ruang guru, tata usaha,
dan aula dipindahkan ke aula rukun warga secara sewa. Hal ini menyebabkan
sulitnya mengontrol para siswa yang berbeda lokasi. Pihak sekolahpun
kebingungan untuk membayar sewa ruangan dan listrik. Biaya tersebut tidak
tercantum dalam jatah penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan
Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain itu
siswa SMAN 55 harus bergantian dengan siswa SDN kalibata 1,9,11 dan 12, Mereka
baru bisa masuk ke sekolah tersebut setelah kegiatan belajar sekolah dasar
selesai pukul 12.30 WIB. Akibatnya berbagai kegiatan ekstrakurikuler pun
terhenti karena waktu yang tidak memadai.
Kursi yang
diduduki siswa SMAN 55 tampak tak pas dengan tubuh mereka yang beranjak dewasa
karena memang kursi dan meja yang mereka gunakan untuk ukuran sekolah dasar
yang ukuran badannya lebih kecil daripada siswa SMAN 55. Mereka sudah hampir
dua tahun mengalami ketidaknyamanan. Selain itu siswa tak lagi memiliki
perpustakaan dan laboratorium yang memadai. Guru dan staf sekolah juga harus
berdesak-desakan di rumah yang diubah menjadi kantor. Suasananya hampir sama
seperti gudang karena banyaknya tumpukan berkas dan barang lainnya.
Gubernur
DKI Jakarta membantah mangkraknya pembangunan sekolah itu disebabkan dana
rehabilitasi sekolah dalam APBD 2014 belum diusulkan. Gubernur mengatakan
mangraknya pembangunan sekolah itu disebabkan masalah teknis di lapangan. Dia
menyebutkan, dana anggaran pendidikan yang tercantum pada APBD sebesar 20
persen sebesar Rp 13 triliun.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar