Jumat, 09 Januari 2015

Reportase 1

Pembangunan SMAN 55 yang Terhenti

Jakarta, 5 januari 2015, tepatnya di Jalan Minyak Raya Duren Tiga,Pancoran, Jakarta Selatan. Berdiri setengah tegak bangunan gedung sekolah yang karena memang belum rampung pembangunannya. Pembangunan gedung SMAN 55 ini yang dimulai sejak Juli 2013 harus terhenti pada Desember 2013 karena dana anggaran untuk melanjutkan pembangunan sekolah sudah tak tercantum dalam APBD 2014, entah apa alasan pemerintah menyudahi aliran anggaran untuk pembangunan ini.
Mau tidak mau SMAN 55 kini menumpang di bangunan SDN Kalibata 1 dan 9, SDN Kalibata 11 dan 12 agar bisa melanjutkan proses belajar-mengajar. SDN tersebut jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari sekolah SMAN 55 itu sendiri. Ruang guru, tata usaha, dan aula dipindahkan ke aula rukun warga secara sewa. Hal ini menyebabkan sulitnya mengontrol para siswa yang berbeda lokasi. Pihak sekolahpun kebingungan untuk membayar sewa ruangan dan listrik. Biaya tersebut tidak tercantum dalam jatah penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain itu siswa SMAN 55 harus bergantian dengan siswa SDN kalibata 1,9,11 dan 12, Mereka baru bisa masuk ke sekolah tersebut setelah kegiatan belajar sekolah dasar selesai pukul 12.30 WIB. Akibatnya berbagai kegiatan ekstrakurikuler pun terhenti karena waktu yang tidak memadai.
Kursi yang diduduki siswa SMAN 55 tampak tak pas dengan tubuh mereka yang beranjak dewasa karena memang kursi dan meja yang mereka gunakan untuk ukuran sekolah dasar yang ukuran badannya lebih kecil daripada siswa SMAN 55. Mereka sudah hampir dua tahun mengalami ketidaknyamanan. Selain itu siswa tak lagi memiliki perpustakaan dan laboratorium yang memadai. Guru dan staf sekolah juga harus berdesak-desakan di rumah yang diubah menjadi kantor. Suasananya hampir sama seperti gudang karena banyaknya tumpukan berkas dan barang lainnya.
Gubernur DKI Jakarta membantah mangkraknya pembangunan sekolah itu disebabkan dana rehabilitasi sekolah dalam APBD 2014 belum diusulkan. Gubernur mengatakan mangraknya pembangunan sekolah itu disebabkan masalah teknis di lapangan. Dia menyebutkan, dana anggaran pendidikan yang tercantum pada APBD sebesar 20 persen sebesar Rp 13 triliun.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar