Tradisi Sado atau Upacara Minum Teh di Jepang
Upacara minum teh ini
pada awalnya adalah tradisi dalam menyajikan teh untuk tamu yang bersifat
ritual atau religius. Namun dalam perkembangannya kemudian menjadi tradisi di
kalangan bangsawan dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan menjadi budaya
Jepang yang sangat dijunjung tinggi.
Upacara minum teh erat
kaitannya dengan agama Budha beraliran Zen. Upacara
ini dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan tuan rumah kepada
tamunya. Teh disiapkan secara
khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati oleh sekelompok
tamu di ruangan khusus yang disebut chashitsu.
Sado
tersebut meningkatkan kesabaran, sebab setiap gerakan harus dilakukan dengan
runtut dan benar tanpa kesalahan sekecil apapun. Mulai dari cara memasuki
ruangan hingga penghormatan terakhir sebagai tanda upacara telah selesai.
Setiap
gerakan dalam mempersiapkan teh dilakukan oleh penyaji dengan lambat. Tungku
menyala, air mendidih, perangkat diusap dengan saputangan merah yang dilipat
segitiga dan dibalutkan ke tangan kiri. Air mendidih dan teh siap diseduh.
Tuan
rumah mengocok teh hingga berbusa untuk disajikan kepada tamu. Dengan
menggunakan bambu pipih kecil yang ujungnya melengkung sendok teh, bubuk teh
hijau diambil dan ditaruh di mangkuk. Kemudian tuangi air panas dari gentong.
Dengan menggunakan pengaduk teh, the diaduk dengan cepat sampai menghasilkan
busa yang lembut.
Sebelum
meminumnya, terlebih dahulu tamu akan memberikan penghormatan kepada tuan rumah
dengan membungkukan badan sambil mengucapkan “otemae choudai
itashimasu”. Mangkuk teh
diletakkan di tangan kiri dan tangan kanan memutar teh ke kanan sebanyak dua
kali. Teh diminu perlaham-lahan sambil
dinikmati sampai habis. Pada saat upacara ini dihidangkan juga kue tradisional
Jepang yang manis. Setelah selesai meminum teh, bagian bibir mangkuk
dibersihkan dengan jari. Mangkuk diletakkan kembali dan sekali lagi membungkuk
memberi ucapan terimakasih kepada tuan rumah atas hidangan yang disajikan.




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar