Sabtu, 19 Desember 2015

Ilmu Sosial Dasar (Penulisan 2)

Terjadinya Reformasi 1928 oleh Pemuda Mahasiswa

Sejarah  Perjuangan pemuda-pemuda Indonesia sudah dimulai dari jauh sebelum sumpah pemuda disepakati. Namun, perjuangan yang bersifat lokal dan kedaerahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh VOC dan Pemerintah Belanda.

pada tanggal 20 Mei 1908, Boedi Oetomo sebagai organisasi pemuda didirikan oleh Dr. Soetomo dan menjadi gerakan pertama yang membuka jalan menuju peringatan sumpah pemuda. Pemimpin utama dari organisasi ini adalah Wahidin Soedirohoesodo yang pada akhirnya mundur karena berdasarkan pertemuan pertama Boedi Oetomo di Yogyakarta pada Oktober 1908, seperti yang diserukannya pada pertemuan itu bahwa pemudalah yang harus turun tangan.

Pemuda-pemudi yang mulai sadar akan butuhnya pergerakan bersama mulai berbenah. Hal ini tersimpan dalam dokumentasi pendirian Jong Java pada tahun 1918. Pendirian Jong Java ini membuka paradigma baru akan perjuangan pemuda. Dari sana banyak organisasi-organisasi yang menyusul seperti  Jong Sumatranen Bon, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, dan Sekar Rukun (sunda).

Baru pada tanggal 1920 kata “Indonesia” digunakan sebagai kata yang melambangkan persatuan rakyat. Kata tersebut dibentuk oleh seorang naturalis Inggris demi melakukan klasifikasi etnis dan area geografis. Katanya lagi, sebelumnya Youth Alliances pernah berbicara tentang negara Bali, negara Jawa, negara Sumatra, dan lain-lain, tapi sekarang mereka menyebutnya Indonesia.

Diawali dengan kembalinya mahasiswa ke tanah air yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (Perhimpunan Indonesia) yang kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia. Mereka membentuk kelompok studi yang berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925. Disusul pula pada bulan Novembar 1925, organisasi-organisasi kepemudaan tersebut berkumpul demi tujuan mulia : Tri Koro Darmo : sakti, budi, dan bakti. Pertemuan tersebut berlanjut sampai beberapa pertemuan setelahnya.

Setelah semua pemuda mendesak dan berkumpul bersatu. Maka diadakanlah pertemuan atau kongres pemuda. Perkumpulan pertama kongres Pemuda Indonesia diadakan di Batavia, ibukota Dutch East Indies pada tahun 1926, yang sayangnya tidak menelurkan keputusan apapun tapi mencetuskan ide tentang Indonesia yang bersatu.

Barulah pada tahun 1927, Soekarno mencoba mewujudkan apa yang didapat dari hasil kongres pertama tentang; mencetuskan ide tentanng Indonesia yang bersatu. Soekarno lalu pada tahun 1927, membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bandung, dan merupakan partai pertama dengan seluruh anggotanya orang Indonesia yang fokus membahas tentang pembebasan dari pemerintahan Belanda dan mencapai kemerdekaan.



kalimat-teks-sumpah-pemuda

Baru pada Oktober 1928, pertemuan kedua digelar di tiga tempat yang berbeda. Sesi pertama berharap bahwa kongres pemuda akan menginspirasi rasa persatuan, sementara sesi kedua membahas tentang isu-isu pendidikan yang ada. Sesi ketiga dan sesi terakhir diadakan di Jalan Kramat Raya nomor 126, dimana para partisipan untuk pertama kalinya mendengar lagu nasional Indonesia Raya yang diciptakan oleh Rudolf Supratman dan ditutup dengan pembacaan sumpah pemuda. Pada tanggal 28 Oktober, akhirnya terciptalah Sumpah Pemuda dimana All Indonesian Youth Congress memutuskan satu tujuan nasional.

Begitulah ragam peristiwa, dan perjuangan yang panjang yang akhirnya menghasilkan tiga sumpah yang kita kenang sampai saat ini dengan sebutan sumpah pemuda.  Ya, yang patut kita kenang bukan hanya hasilnya kawan, namun yang jauh lebih penting dan mendasar adalah makna proses perjuangan yang panjang dan melelahkan dibalik hasil ini. Dibalik hasil yang dapat diingat terdapatlah proses panjang yang luar biasa.

Ya, sumpah pemuda ini adalah cerminan dari perjuangan-perjuangan yang tidak kenal lelah dari pejuang-pejuang dibaliknya. Untuk menghasilkan sesuatu yang besar, dibutuhkan proses yang tidak mudah, proses yang tidak singkat, proses yang tidak instan.

Semenjak 1928, para pemuda tidak kenal lelah untuk meneruskan perjuangan para pejuang-pejuang terdahulu. Organisasi organisasi nasional terus bermunculan seperti Partindo, PNI, Parindra, Gerindo, GAPI, dan masih banyak lagi menandakan jiwa jiwa muda yang ingin merdeka. Sampai lah pada puncak saat Bung Karno dibawa ke Rengasdengklok.


Disana, golongan muda ingin Indonesia segera merdeka, melawan suara dari golongan tua yang terkesan ingin main cantik, ingin menunggu momen yang pas untuk kemerdekaan Indonesia. Namun, disana terlihat, perubahan, terlahir dari semangat-semanget para pemuda pemudi Indonesia, yang membawa Indonesia meraih kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, dan berita ini tersebar keseluruh negri bahwa Indonesia telah Merdeka!

sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar