Terjadinya Reformasi 1928 oleh Pemuda Mahasiswa
Sejarah Perjuangan pemuda-pemuda Indonesia sudah
dimulai dari jauh sebelum sumpah pemuda disepakati. Namun, perjuangan yang
bersifat lokal dan kedaerahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh VOC
dan Pemerintah Belanda.
pada tanggal 20
Mei 1908, Boedi Oetomo sebagai organisasi pemuda didirikan oleh Dr. Soetomo dan
menjadi gerakan pertama yang membuka jalan menuju peringatan sumpah pemuda.
Pemimpin utama dari organisasi ini adalah Wahidin Soedirohoesodo yang pada
akhirnya mundur karena berdasarkan pertemuan pertama Boedi Oetomo di Yogyakarta
pada Oktober 1908, seperti yang diserukannya pada pertemuan itu bahwa pemudalah
yang harus turun tangan.
Pemuda-pemudi
yang mulai sadar akan butuhnya pergerakan bersama mulai berbenah. Hal ini
tersimpan dalam dokumentasi pendirian Jong Java pada tahun 1918. Pendirian Jong
Java ini membuka paradigma baru akan perjuangan pemuda. Dari sana banyak
organisasi-organisasi yang menyusul seperti
Jong Sumatranen Bon, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, dan Sekar
Rukun (sunda).
Baru pada
tanggal 1920 kata “Indonesia” digunakan sebagai kata yang melambangkan
persatuan rakyat. Kata tersebut dibentuk oleh seorang naturalis Inggris demi
melakukan klasifikasi etnis dan area geografis. Katanya lagi, sebelumnya Youth
Alliances pernah berbicara tentang negara Bali, negara Jawa, negara Sumatra,
dan lain-lain, tapi sekarang mereka menyebutnya Indonesia.
Diawali dengan
kembalinya mahasiswa ke tanah air yang bergabung dalam Indonesische
Vereeninging (Perhimpunan Indonesia) yang kecewa dengan perkembangan
kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia. Mereka membentuk kelompok studi yang
berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama,
adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di
Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum
(Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa
Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11
Juli 1925. Disusul pula pada bulan Novembar 1925, organisasi-organisasi
kepemudaan tersebut berkumpul demi tujuan mulia : Tri Koro Darmo : sakti, budi,
dan bakti. Pertemuan tersebut berlanjut sampai beberapa pertemuan setelahnya.
Setelah semua
pemuda mendesak dan berkumpul bersatu. Maka diadakanlah pertemuan atau kongres
pemuda. Perkumpulan pertama kongres Pemuda Indonesia diadakan di Batavia,
ibukota Dutch East Indies pada tahun 1926, yang sayangnya tidak menelurkan
keputusan apapun tapi mencetuskan ide tentang Indonesia yang bersatu.
Barulah pada
tahun 1927, Soekarno mencoba mewujudkan apa yang didapat dari hasil kongres
pertama tentang; mencetuskan ide tentanng Indonesia yang bersatu. Soekarno lalu
pada tahun 1927, membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bandung, dan merupakan
partai pertama dengan seluruh anggotanya orang Indonesia yang fokus membahas
tentang pembebasan dari pemerintahan Belanda dan mencapai kemerdekaan.
kalimat-teks-sumpah-pemuda
Baru pada
Oktober 1928, pertemuan kedua digelar di tiga tempat yang berbeda. Sesi pertama
berharap bahwa kongres pemuda akan menginspirasi rasa persatuan, sementara sesi
kedua membahas tentang isu-isu pendidikan yang ada. Sesi ketiga dan sesi
terakhir diadakan di Jalan Kramat Raya nomor 126, dimana para partisipan untuk
pertama kalinya mendengar lagu nasional Indonesia Raya yang diciptakan oleh
Rudolf Supratman dan ditutup dengan pembacaan sumpah pemuda. Pada tanggal 28
Oktober, akhirnya terciptalah Sumpah Pemuda dimana All Indonesian Youth
Congress memutuskan satu tujuan nasional.
Begitulah ragam
peristiwa, dan perjuangan yang panjang yang akhirnya menghasilkan tiga sumpah
yang kita kenang sampai saat ini dengan sebutan sumpah pemuda. Ya, yang patut kita kenang bukan hanya
hasilnya kawan, namun yang jauh lebih penting dan mendasar adalah makna proses
perjuangan yang panjang dan melelahkan dibalik hasil ini. Dibalik hasil yang
dapat diingat terdapatlah proses panjang yang luar biasa.
Ya, sumpah
pemuda ini adalah cerminan dari perjuangan-perjuangan yang tidak kenal lelah
dari pejuang-pejuang dibaliknya. Untuk menghasilkan sesuatu yang besar,
dibutuhkan proses yang tidak mudah, proses yang tidak singkat, proses yang
tidak instan.
Semenjak 1928,
para pemuda tidak kenal lelah untuk meneruskan perjuangan para pejuang-pejuang
terdahulu. Organisasi organisasi nasional terus bermunculan seperti Partindo,
PNI, Parindra, Gerindo, GAPI, dan masih banyak lagi menandakan jiwa jiwa muda
yang ingin merdeka. Sampai lah pada puncak saat Bung Karno dibawa ke
Rengasdengklok.
Disana, golongan
muda ingin Indonesia segera merdeka, melawan suara dari golongan tua yang
terkesan ingin main cantik, ingin menunggu momen yang pas untuk kemerdekaan
Indonesia. Namun, disana terlihat, perubahan, terlahir dari semangat-semanget
para pemuda pemudi Indonesia, yang membawa Indonesia meraih kemerdekaannya pada
tanggal 17 Agustus 1945, dan berita ini tersebar keseluruh negri bahwa
Indonesia telah Merdeka!
sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar